4 Keuntungan DeFi dibandingkan Pinjaman Tradisional

0
60

Dalam dunia mata uang kripto dengan berbasis teknologi blockchain, istilah Keuangan Terdesentralisasi atau DeFi adalah hal yang tidak asing lagi. Apa itu DeFi ? DeFi atau kepanjangan dari Decentralized Finance merupakan sistem keuangan terbuka dan transparan yang berbasis pada teknologi blockchain, DeFi adalah sistem keuangan global dan terbuka yang dibangun untuk era internet – sebuah alternatif dari sistem yang buram, dikontrol dengan ketat, dan disatukan oleh infrastruktur dan proses yang telah berusia puluhan tahun. Ini memberi Anda kendali dan visibilitas atas uang Anda. Ini memberi Anda eksposur ke pasar global dan alternatif mata uang lokal atau opsi perbankan Anda. Produk DeFi membuka layanan keuangan bagi siapa saja yang memiliki koneksi internet dan sebagian besar dimiliki dan dikelola oleh penggunanya. Sejauh ini crypto senilai puluhan miliar dolar telah mengalir melalui aplikasi DeFi dan terus bertambah setiap hari.Kehidupan serba di masa sekarang ini merupakan masa dimana kecanggihan suatu teknologi semakin berkembang dengan pesat dan sangat memudahkan dalam kehidupan manusia masa sekarang. DeFi sendiri diciptakan untuk membuat seluruh masyarakat di dunia bisa tersentuh oleh layanan keuangan yang sudah tersedia. adapun Keuntungan DeFi dibandingkan pinjaman Tradisional anatara lain :

  • Real Time
  • Disintermediasi
  • Non Kustodial
  • Biaya Overhead Rendah

1. Real Time

Berbeda dengan CeFi yang melakukan pembayaran bunga tiap bulan, pembayaran bunga di DeFi bisa dibuat sangat sering, yaitu setiap sebuah block di mined, antara 1 s/d 15 detik (tergantung jenis blockchainnya). Hal ini sangat menguntungkan nasabah karena akan meringankan proses pembayaran bunga yang tidak akan langsung membengkak.

2. Disintermediasi

berbeda dengan industri financial tradisional yang memiliki banyak middleman, di decentralized finance tidak membutuhkan trust di pihak ketiga, dengan DeFi, aset di escrow dalam smart contract blockchain, hanya user yang bisa mengontrol perpindahan dana, atau bisa diotomatiskan lewat smart contract. Disintermediasi adalah proses menghilangkan atau mengeliminasi perantara dari rantai pasokan dalam penyelesaian transaksi. Di bidang keuangan, disintermediasi adalah penarikan dana dari lembaga keuangan perantara, seperti bank dan lembaga simpan pinjam, untuk menginvestasikannya secara langsung

3. Non Kustodial

Layanan Decentralized Finance tidak menyimpan dana user dan tidak menyimpan data user (namun juga bisa menyimpannya seandainya diminta oleh regulator). Namun keduanya disimpan di dalam blockchain dan hanya bisa diakses oleh nasabah melalui walletnya, DeFi merupakan sistem keuangan terbuka dan transparan yang berbasis pada teknologi blockchain, jadi di jamin terlepas dari skema ponzi atau modus investasi palsu.

4. Biaya Overhead Rendah

Karena semua fungsi dilakukan dengan smart contract di public blockchain, maka protokol DeFi bisa menjalankan fungsinya dengan otonom dan tidak ada pekerjaan backend yang dikerjakan oleh manusia. Di dunia finansial tradisional dikenal adanya istilah suku bunga dasar kredit dan suku bunga penjaminan LPS, di mana salah satu komponen penentunya adalah overhead bank. Jika biaya overhead tinggi, maka bunga kredit akan tinggi. Namun di DeFi, karena semua dilakukan dengan smart contract, maka semua unit economics dari layanan finansial tradisional bisa berubah semua. Mungkin saja ada kemiripan dengan taksi offline yang ter disrupsi oleh taksi online yang meng-crowdsource taksinya sehingga tidak terbebani biaya pengadaan dan maintenance armada, kalau di DeFi, fungsi operasional dilakukan oleh smart contract dan governance (pengambilan keputusan terkait protocol) dilakukan oleh token holders. Dalam banyak kasus biaya yang dicharge oleh DeFi untuk memberikan insentif bagi token holder adalah sebesar nol koma sekian persen dari jumlah loan. Sangat jauh sekali dibandingkan pinjaman tradsional.

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here